BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Bahwa hubungan antara perusahaan
induk dan perusahaan anak lebih Mudah dicapai melalui pemilikan saham daripada
dengan cara merger atau konsolidasi, khususnya apabila dilihat dari segi dana
yang diperlukan. Melalui kepemilikan saham, hak kontrol terhadap perusahaan
lain dapat dilakukan secara bertahap. Akan tetapi kepemilikan saham yang
dilakukan secara bertahap, berarti bahwa hak pemilikan saham perusahaan anak
itu berubah-ubah. Hal mengakibatkan timbulnya persoalan persoalan khusus
didalam penyusunan neraca konsilidasi.
Terlepas dari metode pencatatan yang
dipakai, perubahan hak pemilikan mengakibatkan pula perubahan saldo rekening
investasi saham-saham perusahaan anak. Perubahan dalam saldo rekening investasi
saham-saham perusahaan anak dalam hal ini tidak disebabkan oleh perubahan
“nilai investasi” seperti halnya pada metode equity. Tetapi perubahan itu
disebabkan oleh bertambah atau berkurangnya jumlah relative ( prosentage )
pemilikan saham dari jumlah saham-saham perusahaan anak. Perubahan-perubahan
semacam ini tidak saja disebabkan oleh pemilikan saham perusahaan anak yang
dilakukan secara bertahap, akan tetapi banyak hal-hal lain yang mengakibatkan
perubahan serupa yang nanti akan dijelaskan didalam makalah ini.
1.2
Tujuan
Penulisan
Tujuan
kami menulis makalah ini :
·
Agar kita dapat memahami beberapa hal yang
mengakibatkan perubahan hak pemilikan beserta pengaruhnya terhadap neraca
konsolidasi
·
Kemudian
kita juga dapat mengetahui Hal yang Menyebabkan Perubahan Hak pemilikan.
·
Kita
juga dapat memahami perlakuan akuntansi
untuk pembelian saham perusahaan anak yang dilakukan beberapa kali.
·
Dapat
Memahami perlakuan akuntansi untuk pembelian dan penjualan saham perusahaan
anak yang dimiliki perusahaan induk.
·
Dapat mengerti
perlakuan akuntansi untuk emisi saham dan penarikan kembali saham-saham
perusahaan anak yang mempengaruhi hak pemilikan perusahaan induk.
·
Dan
Terakhir kita dapat mengerti tentang perlakuan akuntansi transaksi lainnya yang
mempengaruhi perubahan hak pemilikan.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1. Pengertian
dan Pengaruh Adanya Perubahan Hak Pemilikan
Penggabungan usaha merupakan usaha untuk
menggabungkan suatu perusahaan dengan satu atau lebih perusahaan lain ke dalam
satu kesatuan ekonomi.
Faktor-faktor yang harus diperhitungkan di
dalam memilih dasar yang akan dipakai untuk menentukan besarnya kontribusi dari
masing-masing perusahaan yang mengadakan penggabungan usaha, adalah :
·
Penggabungan perusahaan dengan mengeluarkan
satu jenis modal saham
·
Penggabungan perusahaan dengan mengeluarkan
dua atau lebih jenis modal saham.
Kepemilikan perusahaan induk/investor pada
perusahaan anak/investasi mungkin berubah sebagai akibat perusahaan anak
menjual saham tambahan atau perusahaan anak menjual saham miliknya sendiri. Pengaruh
aktivitas-aktivitas tersebut pada perusahaan induk/investor tergantung pada
harga saat saham tambahan tersebut dijual atau saham diperoleh kembali dibeli,
dan pada apakah perusahaan induk dilibatkan secara langsung dalam transaksi-transaksi
dengan perusahaan anak.
Perubahan dalam saldo rekening investasi
saham-saham perusahaan anak dalam hal ini tidak disebabkan oleh perubahan nilai
investasi seperti halnya pada metode equity.Tetapi perubahan itu disebabkan
oleh bertambah atau berkurangnya jumlah relative (prosentage) pemilikan saham
dari jumlah saham- saham perusahaan anak.perubahan- perubahan semacam ini tidak
saja disebabkan oleh pemilikan saham perusahaan anak yang dilakukan secara
bertahap, akan tetapi banyak hal- hal lain yang mengakibatkan perubahan yang
serupa.
2.2. Hal yang Menyebabkan Perubahan Hak
pemilikan dan Pengaruhnya
terhadap Neraca konsolidasi
Ada beberapa hal yang mengakibatkan
perubahan-perubahan hak pemilikan dan pengaruhnya terhadap penyususnan neraca
konsolidasi, antara lain:
1. pembelian
saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, hak kontrol diperoleh
sejak saat pembelian saham pada tahap pertama.
2. pembelian
saham perusahaan anak dilakukan lebih dari satu kali, hak kontrol diperoleh
baru stelah beberapa tahap pembelian saham
3. Pembelian
dan penjualan kembali sebagian dari saham-saham perusahaan anak yang dimiliki
perusahaan induk
4. Emisi
saham dan atau penarikan kembali saham-saham perusahaan anak yang mempengaruhi
hak-hak pemilikan perusahaan induk
5. transaksi-transaksi
saham yang ditarik dari peredaran (Treasury Stock) pada perusahaan anak.
2.2.1.
Perlakuan
akuntansi untuk pembelian saham perusahaan anak yang dilakukan beberapa kali.
Sangat
dimungkinkan bahwa suatu perusahaan yang telah mempunyai hak control pada
perusahaan lain terus menambah hak pemilikannya dengan cara membeli saham-saham
perusahaan lain tersebut dari para pemegang saham lainnya. Apabila hal ini
terjadi, maka mengakibatkan tidak saja perubahan di dalam saldo rekening
investasi saham, melainkan juga perubahan terhadap rekening laba yang ditahan
(LYD) pada buku-buku perusahaan induk.
Namun demikian
sampai seberapa jauh perubahan-perubahan yang harus diakui sangat dipengaruhi
oleh pencatatan yang dipakai terhadap investasi saham-saham perusahaan anak.
Untuk lebih jelasnya berikut ini akan diberikan contoh sebagai berikut :
Contoh Soal :
Sampai dengan
tanggal 31 Desember 2011 PT Citra memiliki sebanyak 400 lembar saham-saham PT
Borneo, dengan perincian sebagai berikut :
Pada tanggal 1
Januari 2010, dibeli sebanyak 375 lembar @Rp 60.000 per lembar dan pada tanggal
1 Juli 2011, dibeli sebanyak 25 lembar @Rp 75.000 perlembar.
Sedang modal
saham masing-masing perusahaan sampai dengan tanggal 31 Desember 2011 terdiri
dari 500 lembar nominal @Rp 50.000 per lembar. Berikut ini data tentang saldo
laba yang ditahan, laba (rugi) usaha serta deviden yang dibagikan sejak awal
tahun 2010 sampai akhir tahun 2011 dari kedua perusahaan tersebut :
Perubahan-perubahan
laba yang ditahan
|
PT
Citra
|
PT
Borneo
|
Laba
yang ditahan, per 31 Desember 2009
Laba
usaha, tahun 2010
Pembagian
deviden, bulan Desember 2011
Laba
usaha, tahun 2011
|
Rp
15.000.000
Rp
3.750.000
Rp
2.500.000
Rp
6.250.000
|
Rp
3.750.000
Rp
5.000.000
Rp
1.250.000
Rp
5.000.000
|
Pengaruh bertambahnya pemilikan
saham dari semula 75% dari jumlah saham yang beredar menjadi 80% pada tanggal 1
juli 2011 dan perubahan–perubahan yang terjadi pada hak-hak para pemegang saham
pada PT Borneo sejak pemilikan saham-sahamnya oleh PT Citra, terhadap saldo
rekening Investasi Saham dari laba yang ditahan pada buku-buku PT Citra akan nampak
seperti pada tabel yang berikut:
Keterangan
|
Metode harga perolehan
|
|
|
Investasi saham
|
Laba yang ditahan
|
||
31
Des 2009 : saldo…
1
Jan 2010 : beli 375 saham @Rp 60.000
|
-
22.500.000
|
15.000.000
-
|
|
31 Des 2010 : Laba usaha
- PT
Citra, Rp 3.750.000
- PT
Borneo Rp. 5.000.000
|
22.500.000
-
-
|
15.000.000
3.750.000
-
|
|
1 Juli 2011 : beli 25 lembar saham @Rp.75.000
|
22.500.000
1.875.000
|
18.750.000
-
|
|
Des 2011 : pembagian deviden :
- PT
Citra Rp 2.500.000
- PT
Borneo Rp. 1.250.000
|
24.375.000
-
-
|
18.750.000
(2.500.000)
1.000.000
|
|
31 Des 2011 : laba usaha :
- PT
Citra Rp 6.250.000
- PT
Borneo Rp 5.000.000
|
24.375.000
-
-
|
17.250.000
6.250.000
-
|
|
31 Desember 2011, saldo
|
24.375.000
|
23.500.000
|
Metode
harga perolehan (cost method)
Apabila metode
harga perolehan dipakai pengaruh perubahan pemilikan saham tersebut di dalam
pencatatan pada buku-buku PT Citra (perusahaan induk), adalah berupa kenaikan
saldo rekening investasi sebesar harga perolehan 25 lembar pada tanggal 1 Juli
2011 dan hak atas deviden yang dibagikan oleh PT Borneo pada bulan Desember
2011. Akan tetapi apabila pada tanggal 31 Desember 2011 disusun neraca
konsolidasi, maka eliminasi terhadap modal saham PT Borneo dilakukan sesuai
dengan hak pemilikan saham pada tanggal tersebut. Sedang eliminasi saldo laba
yang ditahan, masing-masing dipakai titik tolak dari saldo pada tanggal 1 Juli
2011 jika tidak diketahui secara pasti besarnya laba usaha untuk periode 1
Januari sampai dengan 30 Juni dipakai pendekatan rata-rata per tahun sebagai:
Laba yang
ditahan, 1 Januari 2011 8.750.000
Ditambah :
Laba usaha,
rata-rata per bulan-tahun 2011 :
(6/12 x Rp 5.000.000) 2.500.000
Laba yang
ditahan, 1 Juli 2011 11.250.000
Didalam neraca
yang dikonsolidasi harus diakui adanya bagian kenaikan saldo laba yang ditahan
pada perusahaan anak. Oleh karena telah terjadi perubahan hak pemilikan saham,
maka hal ini juga mempengaruhi cara-cara menentukan bagian atas kenaikan saldo
laba yang ditahan tersebut. Penentuan bagian atas kenaikan laba yang ditahan
itu harus memperhatikan jumlah relative pemilikan saham dalam periode akuntasi
yang bersangkutan.
Dengan bertitik
tolak pada ketentuan tersebut “kenaikan saldo laba yang ditahan, untuk PT Citra
(perusahaan induk)” di dalam neraca konsolidasi yang disusun pada tanggal 31
desembe 2011, dihitung sebagai berikut :
Saldo
laba yang ditahan (PT Borneo, 1 juli 2011) 11.250.000
Saldo, pada tanggal 1 Jan 2010 (pada
saat pembelian saham tahap pertama) 3.750.000
Kenaikan, periode 1 Jan 2010 – 1
Juli 2011 7.500.000
Hak
pemilikan saham dlm periode 1 Jan 2010 – 1 Juli 2011 75%
Kenaikan saldo laba yang ditahan
untuk PT Citra sejak 1 Jan 2010-1 Juli 2011 5.625.000
Saldo
laba ditahan, 31-12-2011 12.500.000
Saldo pada tanggal 1 Juli 2011 11.250.000
Kenaikan periode 1/7 sampai dengan
31/12/2011 1.250.000
Hak pemilikan saham, periode 1 juli
– 31 Des 2011 80%
Kenaikan saldo laba yg ditahan,
untuk PT Citra periode 1 Juli – 31 des 2011 1.000.000
Jumlah kenaikan saldo laba yg
ditahan, untuk PT Citra sejak 1 Jan 2010-31 Jul 2011 6.625.000
Adapun
bentuk, daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember
2011, menurut metode harga perolehan Nampak sebagai berikut :
PT Citra dan Perusahaan Anaknya (PT
Borneo)
Daftar lajur penyusunan Neraca Konsolidasi
Per 31 Desember 2011
Metode
harga perolehan
Rekening-rekening neraca
|
PT Citra
|
PT Borneo
|
Eliminasi
|
Neraca konsolidasi
|
||
D
|
K
|
D
|
K
|
|||
Debit :
Investasi saham-saham, PT Borneo…
Eliminasi 80% modal saham…..
Eliminasi 75% saldo laba yang
ditahan, 1/1/10 sebesar Rp 3.750.000….
Eliminasi 5% saldo laba yang
ditahan, 1/7/11 sebesar Rp 11.250.000…
Selisih lebih harga perolehan
diatas nilai buku saham………..
Macam-macam aktiva
Kredit:
Macam-macam hutang….
Modal saham, PT Citra….
Laba yang ditahan, PT Citra..
Modal saham, PT Borneo….
Eliminasi 80%....
Hak pem.saham minoritas 20%.
Laba yang ditahan, PT Borneo.
Eliminasi 80% seperti diatas..
Hak pem. Saham minoritas 20%
Kenaikan saldo laba yang ditahan
untuk perusahaan induk……
|
24.375.000
-
-
-
-
50.625.000
75.000.000
26.500.000
25.000.000
23.500.000
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
50.000.000
50.000.000
17.500.000
-
-
25.000.000
-
-
12.500.000
-
-
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
20.000.000
-
-
3.375.000
-
-
|
-
20.000.000
2.812.500
562.500
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
1.000.000
100.625.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
-
39.000.000
25.000.000
23.500.000
-
-
5.000.000
-
-
2.500.000
6.625.000
|
|
75.000.000
|
50.000.000
|
23.375.000
|
23.375.000
|
101.625.000
|
101.625.000
|
2.2.2.
Perlakuan
akuntansi untuk pembelian dan penjualan kembali sebagian dari saham perusahaan
anak, yang dimiliki oleh perusahaan induk.
Meskipun tujuan pemilikan
saham-saham pada perusahaan anak tidak untuk diperjualbelikan, akan tetapi
dalam keadaan tertentu perusahaan induk dapat menjual kembali sebagian dari
saham-saham perusahaan anak yang telah dimilikinya. Apabila hal ini terjadi,
berarti akan mengurangi tidak saja hak pemilikannya pada perusahaan anak melainkan
juga nilai investasinya. Pengaruh berkurangnya hak pemilikan dapat segera
ditentukan dengan mudah karena berhubungan dengan jumlah lembar saham-sahamnya,
sehingga tidak menimbulkan banyak masalah didalam penyusunan neraca konsolidasi
selanjutnya, setelah terjadinya penjualan saham-saham tersebut.
Akan tetapi tidak demikian halnya
dengan berkurangnya nilai investasi, khususnya apabila saham-saham perusahaan
anak itu semula diperoleh melalui beberapa tahap pembelian dan dengan harga
(perolehan) yang berbeda-beda.
Contoh soal :
PT Dani memiliki 400 lembar
saham-saham PT wijaya, yang dibeli pada tanggal 1 Januari 2010 dengan harga @
Rp 70.000 per lembar. Berhubung sesuatu hal pada tanggal 1 Juli 2011, 50 lembar
saham diantaranya dijual kembali dengan harga @Rp 80.000. pada waktu itu
masing-masing perusahaan mempunyai modal saham yang beredar sebanyak 500
lembar, dengan nilai nominal @Rp 500.000 per lembar. Berikut ini data mengenai
saldo laba yang ditahan pada tanggal 31 Desember 2009, laba (rugi) usaha dan
pembagian deviden selama 2 tahun berturut-turut dari masing-masing perusahaan.
Perubahan
laba yg ditahan
|
PT
Dani
|
PT
Wijaya
|
Laba yg ditahan, 31 Desember 2009
Pembagian deviden tahun 2010
Laba usaha tahun 2010
Pembagian deviden tahun 2011
Laba usaha tahun 2011
|
Rp
36.250.000
-
Rp 7.500.000
-
Rp 8.750.000
|
Rp
12.500.000
Rp 2.500.000
Rp 5.000.000
Rp 2.500.000
Rp 5.000.000
|
Dengan adanya
perubahan-perubahan yang terjadi pada saldo laba yang ditahan dan penjualan 50
lembar saham PT Wijaya oleh PT Dani pada tanggal 1 Juli 2011 tersebut, akan
mempengaruhi saldo rekening investasi saham dan saldo laba yang ditahan pada
buku-buku PT Dani sejak terjadinya pemilikan saham sampai dengan akhir tahun
buku 2011, seperti diikhtisarkan pada tabel berikut.
Keterangan
|
Metode harga perolehan
|
|
Investasi saham
|
Laba yg ditahan
|
|
31 Desember 2009 :
Saldo
1 Januari 2010 :
Beli
400 lembar saham @Rp 70.000
Desember 2010 :
Pemabagian
deviden, PT Wijaya Rp 2.500.000
31 Desember 2010 :
Laba
usaha
PT
Dani Rp 7.500.000
PT
Wijaya Rp 5.000.000
1
Juli 2011 :
- Harga perolehan saham =
50 x Rp 70.000…..
- Nilai buku saham =
50 x 75.000…..
Desember 2011 :
Pembagian
deviden PT Wijaya Rp 2.500.000
31 Desember 2011: laba usaha :
- PT Dani Rp 8.750.000
- PT Wijaya Rp 5.000.000
Saldo per 31 Desember 2011
|
-
28.000.000
-
28.000.000
-
-
28.000.000
(3.500.000)
-
24.500.000
-
24.500.000
-
-
24.500.000
|
36.250.000
-
2.000.000
38.250.000
7.500.000
-
45.750.000
500.000
-
46.250.000
1.750.000
48.000.000
8.750.000
-
56.750.000
|
Metode
harga perolehan
Apabila metode
harga perolehan dipakai maka perubahan yang terjadi pada saldo rekening
investasi saham hanya terbatas pada pengurangan sebesar harga perolehan dari 50
lembar saham yang dijual pada tanggal 1 juli 2011, yaitu sebesar Rp 3.500.000
(50 x Rp 70.000). penjualan saham-saham PT wijaya ini mengakibatkan terjadinya
laba (penjualan saham) sebesar Rp 500.000 yaitu selisih antara harga penjualan
sebesar Rp 4.000.000 (50 x 80.000) dikurangi dengan harga perolehannya sebesar
Rp 3.500.000. transaksi ini oleh PT Dani dicatat dalam buku jurnal sebagai
berikut.
Kas (piutang) 4.000.000
Investasi saham-saham, PT Wijaya 3.500.000
Laba penjualan saham, PT Wijaya 500.000
Sedang terhadap deviden yang
dibagikan oleh PT Wijaya mempunyai pengaruh terhadap saldo laba yang ditahan,
PT Dani sesuai dengan deviden yang diterima pada saat deviden dibagikan.
Dalam hal ini
sebesar Rp 2.000.000 (80% x Rp 2.500.000) pada bulan Desember 2010 dan sebesar
Rp 1.750.000 (70% x 2.500.000) pada bulan desember 2011. Apabila pada tanggal
31 Desember 2011 disusun neraca konsolidasi, maka eliminasi terhadap modal
saham PT Wijaya didasarkan pada besarnya pemilikan saham pada tanggal neraca
(dalam hal ini 70%). Sedang eliminasi terhadap saldo laba yang ditahan
dilakukan sesuai dengan pemilikan saham pada tanggal neraca dan atas dasar
saldo pada saat terjadi pemilikan saham-saham (dalam hal ini pada tanggal 1
Januari 2010). Bagian atas kenaikan saldo laba yang ditahan pada PT Wijaya
selama pemilikan dihitung sesuai dengan hak pemilikan terakhir (pada tanggal
neraca), yaitu sebesar Rp 3.500.000 (70% x (17.500.000 – 12.500.000). Meskipun
ada perubahan terhadap hak pemilikan relatif saham-saham perusahaan anak, yaitu
selama satu setengah tahun pertama (1 Januari 2010 sampai dengna 1 Juli 2011)
PT Dani mempunyai hak pemilikan 80% dan setengah tahun berikutnya (1 Juli 2011
sampai dengan 31 Desember 2011) mempunyai hak pemilikan sebesar 70% dari jumlah
saham yang beredar. Bagian atas kenaikan saldo laba yang ditahan untuk 10% hak
pemilikan selama satu setengah tahun (1 Januari 2010 sampai dengan 1 Juli 2011)
telah direalisasikan sebagai laba penjualan atas saham-saham yang bersangkutan
pada tanggal 1 Juli 2011. Laba penjualan saham tersebut merupakan gabungan dari
(bagian atas) kenaikan saldo laba yang ditahan selama pemilikan dan laba (rugi)
yang disebabkan oleh perubahan kurs saham yang bersangkutan. Adapun bentuk
daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 31 Desember 2011,
apabila metode harga perolehan dipakai akan tampak sebagai berikut.
PT Dani dan perusahaan anaknya (PT
Wijaya)
Dafta Neraca Konsolidasi
Per 31 Desember 2011
Metode
Harga Perolehan
Rekening-rekening
Neraca
|
PT
Dani
|
PT
Wijaya
|
Eliminasi
|
Neraca
Konsolidasi
|
||
D
|
K
|
D
|
K
|
|||
Debit:
Investasi saham-saham PT Wijaya
Eliminasi 70% modal saham
Eliminasi 70% saldo laba yg
ditahan, 1-1-2010
Selisih lebih harga perolehan diatas
nilai buku
Aktiva lain-lain
Kredit:
Macam-macam hutang
Modal saham, PT Dani
Laba yg ditahan, PT Dani
Modal
saham PT Wijaya
Eliminasi 70%
Hak
pem saham minoritas 30%
Laba
yg ditahan, PT Wijaya
Eliminasi 70%, sperti diatas
hak
pem saham minoritas 30%
Kenaikan
saldo laba yg ditahan untuk PT Dani (70% x (17.500.000-12.500.000))
|
24.500.000
-
-
-
75.500.000
100.000.000
18.250.000
25.000.000
56.750.000
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
50.000.000
50.000.000
7.500.000
-
-
25.000.000
-
-
17.500.000
-
-
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
17.500.000
-
-
8.750.000
-
-
|
-
17.500.000
8.750.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
125.500.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
1.750.000
-
25.750.000
25.000.000
56.250.000
-
-
7.500.000
-
-
5.250.000
3.500.000
|
|
100.000.000
|
50.000.000
|
26.250.000
|
26.250.000
|
125.500.000
|
125.500.000
|
2.2.3.
Perlakuan
akuntansi untuk emisi saham dan penarikan kembali saham-saham perusahaan anak
yang mempengaruhi hak pemilikan perusahaan induk.
Hak pemilikan saham oleh perusahaan induk
pada perusahaan anak bisa berubah-ubah, tidak saja di sebabkan oleh transaksi
pembelian dan penjualan saham-saham yang bersangkutan oleh perusahaan induk
melainkan juga transaksi modal ( saham ) yang terjadi pada perusahaan anak
sendiri.
Transaksi-transaksi modal (saham) pada perusahaan
anak akan mempengaruhi secara tidak langsung pada bagian pemilikan perusahaan
induk. Pengeluaran saham-saham baru
(emisi saham) oleh perusahaan anak misalnya, akan mengakibatkan
berkurangnya hak-hak pemilikan perusahaan induk, apabila atas emisi saham
tersebut perusahaan induk tidak berhasil memperoleh/memiliki saham-saham yang
baru tersebut sama dengan prosentase pemilikannya semula.
Dilain pihak penarikan kembali (pelunasan)
sebagian modal saham oleh perusahaan anak pada pemegang saham minoritas akan
berakibat kenaikan terhadap prosentase pemilikan saham bagi perusahaan induk.
Perubahan hak-hak pemilikan yang disebabkan oleh terjadinya perubahan pada
struktur permodalan perusahaan anak, memerlukan perhatian dan analisa khusus
dalam rangka penyusunan neraca konsolidasi. Untuk mendapatkan gambaran yang
lebih riil mengenai masalah ini, berikut akan diberikan contoh sebagai berikut.
Contoh
soal :
PT
Citra membeli 450 lembar saham-saham PT Borneo pada tanggal 1 Januari 2010,
dengan harga @ Rp 60.000 per lembar.
Berikut
ini struktur permodalan dari masing-masing perusahaan pada tanggal 31 Desember
2009, beserta perubahan-perubahan yang telah terjadi selama 2 tahun
berturut-turut :
keterangan
|
PT
Citra
|
PT
Borneo
|
Modal
saham, 500 lembar nominal @Rp 50.000/lembar
Laba
yg ditahan, 31 Desember 2009
Laba
usaha, tahun 2010
Pembagian
deviden, desember 2011
Laba
usaha, tahun 2011
|
Rp
25.000.000
Rp
37.500.000
Rp
10.000.000
Rp 5.000.000
Rp
11.250.000
|
Rp
25.000.000
Rp 2.250.000
Rp 3.750.000
Rp 3.750.000
Rp 5.000.000
|
Pada
tanggal 1 januari 2011 PT Borneo menjual saham baru sebanyak 100 lembar dengan
harga @ Rp 75.000. dengan adanya penjualan 100 lembar saham baru oleh PT Borneo
tersebut pada tanggal 1 Januari 2011, maka hak pemilikan saham-saham PT Citra
yang dalam tahun 2010 sebesar 90%(450/500 x 100%) akan turun menjadi sebesar
75% (450/600 x 100%) dalam tahun, 2011. Oleh PT Borneo transaksi penjualan 100
lembar saham tersebut dicatat sebagai berikut:
Kas
(piutang pemegang saham) Rp
7.500.000
Modal saham Rp
5.500.000
Agio saham Rp
2.500.000
Oleh
sebab itu struktur permodalan PT Borneo pada tahun 2011, akan menjadi sebagai
berikut:
Modal
saham, 600 lembar nominal x Rp 50.000 Rp
30.000.000
Agio
saham Rp 2.500.000
Laba yg
ditahan Rp 6.250.000
Adapun
pengaruh perubahan struktur permodalan PT Borneo tersebut pada rekening
investasi saham dan laba yang ditahan pada buku-buku PT Citra, akan tampak
seperti pada tabel yang berikut ini :
Keterangan
|
Metode harga perolehan
|
|
Investasi saham
|
Laba yg ditahan
|
|
31 Desember 2009 :
Saldo
1 Januari 2010 :
Beli
450 lembar saham @Rp 60.000
31 Desember 2010 : Laba usaha
PT
Citra Rp 10.000.000
PT
Borneo Rp 3.750.000
1 Januari 2011 :
Penyesuaian
atas hak pemilikan pada PT Borneo, sebagai akibat penjualan 100lbr saham baru
Desember 2011 : Pembagian deviden
PT
Citra Rp 5.000.000
PT
Borneo Rp 3.750.000
31 Desember 2011: laba usaha :
- PT Citra Rp 11.250.000
- PT Borneo Rp 5.000.000
Saldo per 31 Desember 2011
|
-
27.000.000
27.000.000
-
-
27.000.000
-
27.000.000
-
-
27.000.000
-
-
27.000.000
|
37.500.000
-
37.500.000
10.000.000
-
47.500.000
-
47.500.000
(5.000.000)
2.812.500
45.312.500
11.250.000
-
56.562.500
|
Metode harga perolehan
Apabila metode harga perolehan dipakai, maka
perubahan struktur permodalan pada PT Borneo khususnya yang disebabkan oleh
penjualan saham-saham baru (emisi saham) tidak mempunyai pengaruh apapun
terhadap harga perolehan saham-saham pada buku PT Citra. Oleh karenanya tidak
ada pencatatan ataupun perlakuan khusus terhadap rekening investasi saham.
Pengaruh adanya penjualan saham-saham baru terbatas hanya terhadap bagian atas
deviden yang dibagikan oleh PT Borneo. Apabila dalam tahun 2010 misalnya, PT
Borneo membagikan deviden, maka PT Citra akan memperoleh 90% dari seluruh
deviden yang dibagi. Tetapi terhadap deviden yang dibagikan dalam tahun 2011,
sesuai dengan hak pemilikannya sahamnya PT Citra akan menerima hanya sebesar
75% dari jumlah deviden yang dibagikan.
Pada metode harga perolehan adanya penjualan
saham-saham baru tersebut, akan mempengaruhi penyusunan neraca konsolidasi
untuk akhir periode-periode setelah terjadinya penjualan saham-saham baru. Pada
metode ini eliminasi terhadap hak-hak pemilikan saham tetap bertitik tolak dari
posisi pada saat terjadinya pemilikan saham-saham yang bersangkutan.
Dengan adanya penjualan saham-saham baru,
kenaikan hak-hak para pemegang saham PT Borneo tidak saja disebabkan oleh
adanya sagian laba yang belum dibagikan, melainkan juga adanya (kenaikan) agio
saham. Oleh sebab itu kenaikan hak penyertaan bagi perusahaan induk harus pula
diakui, tidak hanya sebesar laba yang belum dibagi akan tetapi juga terhadap
kenaikan pada elemen-elemen hak para pemegang saham lainnya. Kenaikan hak
penyertaan ini selain disebabkan adanya tambahan pemilikan saham (baru), pada
metode harga perolehan harus dilaporkan di dalam neraca yang dikonsolidasi
sebagai “kenaikan saldo laba yang ditahan untuk perusahaan Induk”. Dengan
demikian jika pada tanggal 31 Desember 2011 disusun neraca konsolidasi, bentuk
daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi menurut metode harga perolehan akan
tampak sebagai berikut :
PT Citra dan perusahaan anaknya (PT
Borneo)
Daftar Neraca Konsolidasi
Per 31 Desember 2011
Metode
Harga Perolehan
Rekening-rekening
Neraca
|
PT
Citra
|
PT
Borneo
|
Eliminasi
|
Neraca
Konsolidasi
|
||
D
|
K
|
D
|
K
|
|||
Debit:
Investasi saham-saham PT Borneo
Eliminasi 90% modal saham, 1 Jan
2010
Eliminasi 90% saldo laba yg
ditahan 1 Jan 2010
Selisih lebih harga perolehan diatas
nilai buku saham
Aktiva lain-lain
Kredit:
Macam-macam hutang
Modal saham, PT Citra
Laba yg ditahan, PT Citra
Modal
saham PT Borneo
Eliminasi 90%
Hak
pem saham minoritas 25%
Agio
modal saham
Hak
pem. Saham minoritas 25%
Kenaikan
saldo LYD, untuk PT Citra
Laba
yg ditahan, PT Citra
Eliminasi 25%
Hak
pem. Saham minoritas 25%
Kenaikan
saldo LYD, untuk PT Citra
|
27.000.000
-
-
-
73.000.000
100.000.000
18.437.500
25.000.000
56.562.500
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
50.000.000
50.000.000
10.000.000
-
-
30.000.000
-
-
2.500.000
-
-
7.500.000
-
-
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
22.500.000
-
-
-
-
-
2.250.000
-
-
|
-
22.500.000
2.250.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
2.250.000
123.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
28.437.500
25.000.000
56.562.500
-
-
7.500.000
-
625.000
1.875.000
-
-
1.875.000
3.375.000
|
|
100.000.000
|
50.000.000
|
24.750.000
|
24.750.000
|
125.250.000
|
125.250.000
|
2.2.4.
Perlakuan
akuntansi transaksi lainnya yang mempengaruhi perubahan hak pemilikan.
Transaksi-transaksi saham yang ditarik
dari peredaran (treasury stock) pada perusahaan anak.
Perusahaan
menarik kembali dari peredaran terhadap modal sahamnya, akan tetapi tidak
dimaksudkan sebagai pelunasan melainkan untuk dijual kembali. Saham-saham yang ditarik dari peredaran
biasanya dicatat sesuai dengan harga perolehannya (harga belinya). Apabila
perusahaan induk membeli sebagian besar saham-saham perusahaan anak, dan ada
sebagian saham perusahaan anak yang ditarik dari peredaran, maka hak pemilikan perusahaan
induk dihitung berdasar atas jumlah saham yang beredar.
Didalam
neraca (konsolidasi) saham yang ditarik dari peredaran dianggap sebagai modal
saham yang dilunasi, sehingga sebesar harga perolehannya harus dikurangkan dari
saldo hak-hak para pemegang saham. Pengurangan dari saldo hak-hak para pemegang
saham harus memperhatikan harga(kurs) pada saat mula-mula saham itu
dikeluarkan.
Ini
diperlukan agar integritas dari hak-hak para pemegang saham dapat
dipertahankan. Apabila penarikan kembali modal saham yang beredar dianggap
sebagai pelunasan, maka selisih lebih harga pelunasan diatas nilai nominal
(nilai yang ditetapkan) dan agio saham harus dikurangkan dari saldo laba. Yang
ditahan seakan-akan sebagai deviden likuidasi sebaliknya apabila harga pelunasan
dibawah nilai nominal(nilai yang ditetapkan)
dan agio sahamnya, maka diperlukan untuk menghapuskan seluruh jumlah
agio saham dan memindahkan sebesar selisihnya pada rekening (elemen) hak hak
para pemegang saham yang lain sebagai modal yang disetor berasal dari pelunasan
kembali modal saham.
Contoh
soal :
PT
Karya bakti membeli 400 lembar saham-saham PT Karya sakti, pada tanggal 1
Januari 2011 dengan harga @ Rp 75.000 per lembar. Berikut ini posisi hak-hak
para pemegang saham dari kedua perusahaan tersebut pada tanggal 1 Januari 2011
Keterangan
|
PT Karya Bakti
|
PT Karya Sakti
|
Modal saham, 500 lbr nominal @ Rp 50.000
Agio saham
Laba yg ditahan
Jumlah
Dikurangi:
Saham ditarik dari peredaran, 50lbr
Jumlah hak-hak pemegang saham
|
Rp 25.000.000
-
Rp 20.000.000
Rp 45.000.000
-
45.000.000
|
Rp 25.000.000
Rp
2.500.000
Rp
7.000.000
Rp 34.500.000
(Rp 3.000.000)
Rp 31.500.000
|
Beberapa
perubahan yang telah terjadi terhadap hak-hak para pemegang saham selama dua
tahun berturut-turut dari kedua perusahaan tersebut adalah sebagai berikut :
Keterangan
|
PT Karya bakti
|
PT Karya sakti
|
Bulan Desember 2011 : pembagian deviden
Laba usaha, tahun buku 2011
1 Januari 2012, penjualan kembali saham yg
ditarik sebanyak 50 lembar @Rp 97.500.000 per lembar
Bulan desember 2012, pembagian deviden
Laba usaha, tahun buku 2012
|
Rp
5.000.000
Rp.
6.250.000
-
Rp
5.000.000
Rp 8.750.000
|
Rp
2.250.000
Rp
3.375.000
Rp
4.875.000
Rp
2.500.000
Rp
6.875.000
|
Apabila
setelah terjadi transaksi pembelian 400 lembar saham-saham PT karya sakti pada
tanggal 1 Januari 2011, disusun neraca konsolidasi, maka harus ditentukan
terlebih dahulu komposisi hak-hak para pemegang saham PT Karya Sakti tersebut
dengan cara mengurangkan harga perolehan saham yang ditarik dari peredaran itu
dari masing-masing elemen hak-hak pemegang saham sebagai berikut:
Keterangan
|
Modal saham
|
Agio saham
|
Laba yg ditahan
|
jumlah
|
Saldo sebelum dikurangi saham yg ditarik
dari peredaran (500 lembar saham)…
Dikurangi, saham yg ditarik dari peredaran,
50 lembar…
Jumlah hak para pemegang saham setelah
dikurangi saham yang ditarik dari perdaran (450 lembar saham)….
|
25.000.000
(2.500.000)
22.500.000
|
2.500.000
(250.000)
2.250.000
|
7.000.000
(250.000)
6.750.000
|
34.500.000
(3.000.000)
31.500.000
|
Terhadap
hak-hak pemilikan perusahaan induk di dalam neraca yang dikonsolidasi dilakukan
dengan jurnal sebagai berikut:
Modal
saham PT Karya Sakti Rp
20.000.000
Agio
saham Rp 2.000.000
Laba yg
ditahan Rp
6.000.000
Selisih
lebih harga perolehan diatas nilai buku saham Rp 2.000.000
Investasi
saham-saham, PT Karya Sakti Rp 30.000.000
Adapun
bentuk daftar lajur penyusunan neraca konsolidasi pada tanggal 1 Januari 2011
adalah sebagai berikut
PT Karya Bakti dan perusahaan
anaknya (PT Karya Sakti)
Daftar Neraca Konsolidasi
Per 1 Desember 2011
Rekening-rekening
Neraca
|
PT
KB
|
PT
KS
|
Eliminasi
|
Neraca
Konsolidasi
|
||
D
|
K
|
D
|
K
|
|||
Debit:
Investasi saham-saham PT Karya
Sakti
Eliminasi modal saham
Eliminasi agio saham
Eliminasi laba yg ditahan
Selisih lebih harga perolehan diatas
nilai buku saham
Aktiva lain-lain
Kredit:
Macam-macam hutang
Modal saham, PT KB
Laba yg ditahan, PT KB
Modal
saham PT KS
Eliminasi seperti diatas
Hak
pem saham minoritas
Agio
saham PT KS
Eliminasi seperti diatas
Hak
pem saham minoritas
Laba
yg ditahan, PT KS
Eliminasi seperti diatas
hak
pem saham minoritas
|
30.000.000
-
-
-
-
70.000.000
100.000.000
55.000.000
25.000.000
20.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
50.000.000
50.000.000
18.500.000
-
-
22.500.000
-
-
2.250.000
-
-
6.750.000
-
-
|
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
20.000.000
-
-
2.000.000
-
-
6.000.000
-
|
-
20.000.000
2.000.000
6.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
2.000.000
120.000.000
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
-
|
-
-
-
-
-
73.500.000
25.000.000
20.000.000
-
-
2.500.000
-
-
250.000
-
-
750.000
|
|
100.000.000
|
50.000.000
|
28.000.000
|
28.000.000
|
122.000.000
|
122.000.000
|
Yunus,
Hadori – Harnanto, Akuntansi Keuangan
Lanjutan, Edisi Pertama, Yogyakarta : BPFE, 1994
itu METODE HARGA PEROLEHAN nya ada dua. dimana metode equty nya?????
BalasHapus